Honeymoon Trip – Phuket

Ini dia yang paling ditunggu-tunggu pasca menikah.. Honeymoon! Yeay! 🙂 Saya dan pasangan termasuk pasangan yang beruntung, karena honeymoon trip kami full di sponsori dari salah satu rekan – “Thanks Bang udah membuat momen kami berarti” . Tujuan honeymoon kami ke Thailand, yaitu di Phuket tepatnya, selama 4 hari 3 malam.

HARI 1 – ON BOARDING

Kami flight dari Jakarta jam 11 siang, dengan Malaysia Airlines. Karena tidak ada penerbangan direct, rute penerbangan harus melewati transit ke Kuala Lumpur dulu baru lanjut ke Phuket dan sampai sekitar jam 3.30 sore. Transit nya cukup kilat, istilahnya hanya pindah pesawat saja dan langsung lanjut terbang lagi tanpa sempat menunggu lama di airport Kuala Lumpur. So, total perjalanan sekitar 3,5 jam menuju Phuket.

Sesampainya di Phuket, kami dijemput oleh salah satu tour guide yang fasih bahasa Indonesia dan dilanjutkan dengan mini city tour. Dari total 4 tempat yang rencana nya kami kunjungi, sayang hanya 2 tempat yang berhasil di datangi, yaitu ke Pusat Kaos Madunan dan Khao Rang untuk foto-foto city view.

Setibanya di Pusat Kaos Madunan, kami langsung beli untuk keperluan oleh-oleh keluarga di Jakarta. Disini semua kaos nya ber-konsep serupa dengan Dagadu, banyak tulisan-tulisan unik di kaos nya dan pastinya khas Thailand dengan icon gajah yang bermacam-macam. Harga per kaos nya beragam, untuk dewasa sekitar 150-170 Baht (sekitar Rp. 60,000 – Rp 80,000).

Lanjut ke Khao Rang. Khao Rang ini adalah bukit, cukup tinggi untuk melihat view kota Thailand jika dilihat dari Bukit ini. Harga masuk ke Khao Rang gratis, namun hati-hati kalau kamu jajan di sekitaran ini harga yang ditawarkan pada turis akan sangat mahal. Sebagai gambaran, untuk snacks baso goreng dan sosis goreng, per satuan/ tusuk nya seharga 35 Baht (sekitar Rp 25,000). Sebaiknya siapkan beli snacks diluar aja ya.

IMG_6120.JPG

View dari Khao Rang

Continue reading

Advertisements

[Engagement] – [Bukan] Tips & Trik

Engagement apa lamaran ya? Beberapa sumber mengatakan sama aja sebetulnya, seperti ini contohnya hasil interview dari 3 orang yang ditanya: “Lamaran/ engagement sih nyebut nya?”:

Lamaran itu ngga pake tukeran cincin aja sih, Dis

Ah ngga ada bedanya, waktu itu gue sebut lamaran tapi emang ga ada tukeran cincin, Dhis

Tunangan dong, lamaran kok so yesterday?

Terlepas dari mini interview tersebut, ternyata pilihan hati jatuh pada istilah “engagement/ tunangan”, yang kebetulan memang ada acara pertukaran cincin. Acara tunangan kami akhirnya ditentukan bersama dengan keluarga di Hari Minggu, Tanggal 7 Agustus 2016, dimana bertepatan dengan hari ulang tahun mama saya yang ke-61, what a blessed Tuhan, terimakasih atas keindahan di hari itu.

img_0751

Acara Lamaran

Lanjut mengenai persiapan-persiapan yang sudah kami laksanakan menuju ke hari lamaran. Singkatnya, persiapan nya hanya 2, yaitu: MENTAL & FISIK. Continue reading