Teruntuk Hubungan Singkat Yang Ternyata Pahit Dijalani

Posting-an ini diambil dari rangkuman perasaan beberapa cerita teman-teman perempuan saya yang mengalami hubungan singkat – bisa dibilang beberapa bulan saja tapi galau nya nggak keluar-keluar haha.. Mungkin readers yang pernah mengalami hal yang sama akan ikut mengalir dalam kesenduan ini..🙂

breakup-quotes-hd-wallpaper-18

(Image source: Google Images Stock)

Hai kamu laki-laki yang baru saja sebentar memasuki kehidupanku, aku sangat sesali atas perpisahan kita yang begitu singkat, namun biarlah hal ini menjadi pelajaran hidup untuk kita. Memang aku sempat menyesali atas semua perbuatanku dan aku juga pernah menangis sendu karena kehilangan kamu. Tapi semenjak itulah aku merasakan kebingungan, aku berdoa pada Tuhanku agar mengarahkan perasaan ini pada tingkat kejelasan yang dapat kupahami. Aku paham betul rasa sayang pada manusia memang indah namun sakit rasanya kalau hanya 1 pihak saja yang merasakan, bahkan kita melupakan Sang Pencipta yang menimbulkan rasa itu. Ya Tuhanku, terlepas dari kesakitan ini, aku serahkan akhir cerita ini pada-Mu. Kerap kali aku sempat memikirkan masa depan dengan nya, karena aku sempat memuja sosok nya yang begitu dewasa dan tenang.Jujur jika Kau tanya mengenai lubuk hatiku terdalam, aku ingin agar ia menyayangiku kembali dan tidak pernah ketus dan meninggalkanku lagi. Ya Tuhan,  terpenting adalah jika memang ia jodohku, bukakanlah iman nya agar kami melangkah bersama pada jalan-Mu dan menjalani hari-hari tua yang indah bersamaku.

Tuhan, jika ternyata bukan ia untuk ku, buatlah aku lupa akan semua hal tentang nya; memori, nama, bahkan wajah serta perawakan nya. Jauhi semua tentang nya untuk hinggap lagi dalam hati dan pikiranku. Biarlah aku menjadi pribadi yg pemaaf dan ikhlas atas masa lalu. Berikan aku pengganti yang memenuhi kriteria jauh lebih baik diatas nya, namun tetap sadari ia ya Tuhan, agar berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Teringat ucapanku saat terakhir kali kita bertemu bahwa aku tidak akan mengganggu hidup mu lagi, hal itu benar adanya. Tapi tahukah kamu dibalik itu semua aku bertahan untuk tegar; untuk tidak menghubungi kamu, tapi di setiap menit nya aku memikirkan apa yang lagi kamu lakukan saat berpisah denganku. Pelan-pelan aku mulai belajar untuk berpikir logis diatas perasaan rinduku, bahwa hubungan ini memang sudah tidak diinginkan lagi oleh mu. Aku coba alihkan perasaan itu dan aku lebih baik menceritakan pada Tuhanku yang telah menciptakan keadaan ini, bahwa aku memang akan menghilang dari hidup mu, namun aku yakin bahwa doaku akan tetap mengiringi di dalam hati dan pikiranmu sampai akhir hayat hidup mu.

Comments Box

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s