Walt Disney ; Perusahaan Pertama di AS yang Berjanji Tidak Akan Menayangkan Iklan Junk Food

Istilah junk food ini memang sudah tidak aneh di lingkungan kita. Mulai dari artikel-artikel di website sampai iklan-iklan di berbagai media sangat sering menyebutkan istilah junk food. Nah sekarang coba perhatikan gambar dibawah ini :

Burger + kentang goreng + chicken nugget + soda drink

(Sumber gambar click here)

Pancake Float

(Sumber gambar click here)

Tidak ada yang salah kan dari kedua gambar tersebut? Selain rasanya yang enak dan membuat perut kita kenyang, kedua jenis makanan tersebut juga ‘cukup’ sehat. Burger misalnya, burger terdiri dari roti, daging dan juga sayuran-sayuran. Ketiga komponen burger tersebut sudah memenuhi gizi seimbang karena mengandung nutrisi lengkap seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lemak hanya dalam satu jenis makanan saja, yaitu BURGER ! Kemudian pada gambar pancake float, bahan pancake terdiri terigu dan telur yang mengandung karbohidrat serta protein dalam satu pancake, ditambah topping es krim diatas nya yang dapat menambah jumlah kandungan karbohidrat pada pancake tersebut. Inilah yang disebut makanan cepat saji atau fast food.

Dikutip dari buku “Dangerous Junk Food” yang ditulis oleh Reni Wulansari M. Kes, dkk., mengatakan bahwa munculnya fast food yang dimulai pada abad ke 20 mampu mengubah gaya hidup masyarakat karena dianggap cocok sebagai gaya hidup modern, yaitu dilihat dari cara penyajiannya yang cepat, sehingga semua orang bisa menyantapnya sambil berdiri atau berjalan, bahkan sambil jalan-jalan di taman kota. Namun, bertahun-tahun gaya hidup serba instan itu berjalan, sampai akhirnya tersadar bahwa maraknya fast food telah membuat jumlah orang gemuk di AS meningkat tajam dan menimbulkan kasus kematian yang terkait dengan kelebihan berat badan (obesitas).

Menurut saya, inilah salah satu alasan yang melatarbelakangi perusahaan Walt Disney sebagai salah satu perusahaan industri kreatif terbesar di dunia yang menolak iklan junk food. Pengaruh buruk penayangan iklan junk food di media televisi maupun eletronik lainnya ternyata mempengaruhi gaya hidup masyarakat terutama di lingkungan anak-anak. Anak-anak cenderung membeli makanan-makanan junk food dibandingkan makanan-makanan yang lebih bernutrisi. Sebelum membahas lebih dalam mengenai junk food dan teman-temannya, marilah kita awali dengan definisi junk food itu sendiri.

Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, junk food adalah ‘makanan sampah’, artinya makanan-makanan maupun minuman yang rendah nutrisi bahkan tidak mempunyai nilai nutrisi sama sekali. Salah satu pengaruh besar dari konsumsi junk food ini adalah masalah obesitas karena kebanyakan kandungan dalam junk food adalah makanan-makanan yang menganduk lemak tinggi. Nah, disini terdapat perbedaan antara fast food dan junk food. Ketika kedua gambar sebelumnya menerangkan jenis-jenis makanan seperti burger, soda, chicken nugget dan pancake float, semua makanan tersebut adalah jenis fast food yang bila dikonsumsi terlalu sering akan menjadi junk food

Dulu, penyakit-penyakit yang diakibatkan karena junk food ini kebanyakan menimpa orang-orang dewasa diatas 40 tahun, namun sekarang penyakit ini juga menimpa di kalangan remaja bahkan anak-anak kecil. Maka dari itu, program melawan obesitas di kalangan anak-anak Amerika dari Mrs. Michelle Obama didukung oleh perusahaan Walt Disney karena perusahaan ini membawa pengaruh yang cepat terhadap kesehatan anak-anak di AS. Munculnya iklan-iklan walt disney terhadap produk kuliner nya seperti coklat, es krim dan produk-produk fast food lainnya membawa anak-anak memiliki keinginan terus menerus membeli makanan-makanan tersebut, sehingga mengesampingkan sayuran dan buah-buahan yang menyebabkan gizi tidak seimbang. Mungkin, harapan dari Walt Disney kelak adalah dengan mengiklankan produk-produk bergizi yang lebih banyak menonjolkan sayuran serta buah-buahan seperti gambar dibawah ini : 

Pizza dengan Topping apple. salad dan mentimun

(Sumber gambar click here)

Seperti salah satu video pada website VOA yang berjudul “Walt Disney Menolak Iklan Junk Food” mengutip pernyataan seorang ibu bahwa dampak dari iklan-iklan junk food di televisi menyebabkan peningkatan konsumsi akan junk food pada anak-anak. Video dapat dilihat pada berikut :

Berdasarkan video diatas, ketika di AS menggalakkan program-program anti junk food, yang mengartikan bahwa di negara AS terjangkit penyakit ‘over nutrition’, ironisnya, saya rasa belum saatnya diterapkan di negara Indonesia untuk mengkampanyekan program tersebut. Janganlah kita berbicara ke masalah junk food dulu. Di Indonesia, masalah pengolahan dan konsumsi makanan bersih saja masih sulit diatasi. Kebanyakan penyakit-penyakit yang menimpa di negeri kita ini diakibatkan karena rendah nya kepedulian masyarakat akan kesehatan dan sanitasi, baik itu sanitasi lingkungan maupan sanitasi pangan. Namun, bukan berarti pula kita mengkiblatkan trend junk food di dalam negeri kita seperti di AS. Tetaplah pada porsi yang cukup dan seimbang serta tidak berlebih-lebihan, karena hidup adalah bagian dari mensyukuri nikmat Tuhan. Dengan bersyukur dan rasa terima kasih manusia kepada Tuhan dapat mengurangi ketamakan manusia, menciptakan kehidupan damai, dan menikmati indahnya berbagi sesama manusia.

Postingan ini dipersembahkan untuk mengikuti kontes blog VOA. Semoga artikel nya bermanfaat.

4 thoughts on “Walt Disney ; Perusahaan Pertama di AS yang Berjanji Tidak Akan Menayangkan Iklan Junk Food

  1. Pingback: Walt Disney, Perusahaan Pertama di AS yang Berjanji Tidak Akan Menayangkan Iklan Junk Food « Kontes Ngeblog VOA

Comments Box

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s